Translate

Sabtu, 25 Juni 2016

https://ibnumajjah.wordpress.com/

Daftar Download Ratusan e-book Islam

Ahlan wa Sahlan
Selamat Datang, berikut ini daftar ratusan ebook Islam yang dapat antum download secara gratis…..

Nama Allah: Al-Kaafi, Al-Waasi’ dan Al-Ilaah

Nama eBook: Nama Allah: Al-KaafiAl-Waasi’ dan Al-Ilaah
Penulis: Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani
Pengantar:
الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:
Alhamdulillah, kembali pada kesempatan yang mulia ini kita posting nama-nama Allah yang ‘husna’,yakni nama Allah: Al-Kaafi, Al-Waasi’ dan Al-Ilaah sebagaimana firman Allah Tabaraka wa Ta’ala:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
“Bukankan Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya..”(QS. Az-Zumar/39:36).
وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“… Sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah/2: 268).
إِنَّـمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلا
“Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (QS. An-Nisaa’/4: 171).
Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Pembunuhan Dengan Sengaja Dalam Fikih Islam

Nama eBook: Pembunuhan Dengan Sengaja
Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله
الحمد الله، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Islam sebagai agama yang diridhoi Allah Tabaraka wa Ta’ala selalu menjaga hak-hak manusia terutama hak darah, telah disebutkan sebelumnya bahwa jinayat (tindak pidana) terhadap jiwa itu terbagi tiga yakni pembunuhan dengan sengaja, pembunuhan yang mirip dengan sengaja dan pembunuhan karena keliru.
Pada kesempatan ini akan dijelaskan pembunuhan dengan sengaja, Pembunuhan dengan sengaja dalam bahasa Arab adalah Qatlu al-‘Amd. Secara etimologi bahasa Arab kata Qatlu al-‘Amd tersusun dari dua kata yaitu al-Qatlu dan al-‘Amd. Al-Qatlu artinya perbuatan yang dapat menghilangkan jiwa. Sedangkan kata al-‘Amd memiliki pengertian sengaja dan berniat. Yang dimaksud pembunuhan dengan sengaja disini ialah seorang mukallaf secara sengaja (dan berencana) membunuh jiwa yang terlindungi darahnya dengan cara atau alat yang biasanya dapat membunuh.
Ada tiga syarat sehingga dikatakan pembunuhan sengaja yakni:
  1. Korbanya terbunuh, yakni terbunuhnya manusia yang terjaga darahnya
  2. Keinginan (niat) untuk membunuh korban, dan
  3. Alat yang digunakan adalah alat pembunuh baik senjata tajam atau yang lainnya. Ini termasuk rukun pembunuhan dengan sengaja yang terpenting. Karena syarat kesengajaan membunuh adalah perkara batin yang tidak mudah dibuktikan. Sehingga dalam penetapan hukumnya kembali kepada alat yang digunakan, sebab itu perkara nyata (fakta, dhahir-red)
Demikian sekilas isi eBook dan semoga dengan membacanya semakin tahulah kita begitu sempurna syariat Islam dan membuat kita semakin tunduk dan menghambakan diri kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala
Download:Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDFatau Download Word

Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan

Nama eBook: Bid’ah-Bid’ah di Bulan Ramadhan
Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi حفظه الله
Pengantar:
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Bulan yang mulia, bulan Ramadhan, bulan ladang untuk mengumpulkan banyak kebaikan disisi AllahTabaraka wa Ta’ala, namun karena ketidaktahuan dan atau nafsu maka banyak kaum muslimin yang membuat-buat (mengkreasikan) ibadah yang tidak ada tuntunannya dalam agama pada bulan ini.
Semestinya setiap kita mengetahui bahwa ibadah mestilah sesuai dengan tuntunan agama melalui al-Qur’an dan hadits yang shahih lagi sharih (jelas). Sebenarnya banyak perkara bid’ah yang terjadi karena mengkhususkan atau mengkreasikan ketentuan dalam ibadah tersebut, untuk memahaminya mari kita simak dua contoh berikut…
Pertama: membaca Al-Qur’an disyariatkan dalam agama ini, namun mengkhususkan surat al-Kahfi pada hari jum’at perlu landasan hukum (baca: dalil) dari al-Qur’an dan atau Hadits yang shahih (valid) lagi sharih (jelas) dan ternyata ada dalilnya, yakni  hadits:
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at. (Hadits shohih, diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)
sebab hadits tersebut shahih lagi jelas maksudnya maka mengkhususkan dan mengutamakan membaca surat al-Kahfi pada hari jum’at adalah sunnah…
Kedua: Melakukan amal ketaatan dianjurkan pada malam-malam ramadhan dan menggiatkannya pada malam-malam yang besar harapan malam qadr yakni di 10 malam terakhir ramadhan terutama pada malam ganjilnya; shalat adalah amalan yang mulia dan pada malam ramadhan disunnahkan shalat tarawih; namun mengkhususkan shalat di malam (diduga kuat) lailatul qadr dengan jumlah rakaat 100 kali dan dinamai shalat lailatul qadr perlu kepada dalil dari al-Qur’an dan Hadits yang shahih lagi jelas tentang hal ini, dan ternyata dalil tersebut tidak ada, maka amalan tersebut adalah bid’ah…
Download:
Download Word atau Download PDF

Tiga Nama dan Sifat Allah yang Maha Indah

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Alhamdulillah, dikesempatan yang mulia ini kami ketengahkan Tiga Nama dan Sifat Allah Tabaraka wa Ta’ala yang jarang disampaikan yang kami ambil dari buku karya Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani yaitu Dzul Jalaali wal Ikraam, Jaami’un Naasi liyaumin laa raiba fiih, dan Badii’us Samaawaati wal Ardhi  sebagaimana firman-Nya:
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْـجَلالِ وَالإكْرَامِ
“Mahaagung nama Rabbmu Yang mempunyai kebesaran dan karunia.” (QS. Ar-Rahmaan/55: 78).
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُـخْلِفُ الْمِيعَادَ
“Ya, Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji” (QS. Ali ‘Imran/3: 9).
بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
“Allahpencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’. Lalu jadilah ia.” (QS. Al-Baqarah/2: 117).
Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Hukum Air Musta’mal

Nama eBook: Bolehkah AIR MUSTA’MAL Digunakan Untuk Bersuci?
Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zamanAmma ba’du:
Dibanyak daerah banyak kaum muslimin yang meyakini bahwa air bekas wudhu’ tidak lagi air suci lagi mensucikan, namun dalil-dalil yang menyebutkan air bekas wudhu’ itu suci lagi mensucikan (muthohhir) lebih jelas lagi banyak, diantaranya:
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالْهَاجِرَةِ ، فَأُتِىَ بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَأْخُذُونَ مِنْ فَضْلِ وَضُوئِهِ فَيَتَمَسَّحُونَ بِهِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar bersama kami di al Hajiroh, lalu beliau didatangkan air wudhu untuk berwudhu. Kemudian para sahabat mengambil bekas air wudhu beliau. Mereka pun menggunakannya untuk mengusap.” (HR. Bukhari)
 Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy-Syafi’i mengatakan, “Hadits ini bisa dipahami bahwa air bekas wudhu tadi adalah air yang mengalir dari anggota wudhu Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga ini adalah dalil yang sangat-sangat jelas bahwa air musta’mal adalah air yang suci.”.
‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, mengatakan:
كَانَ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ يَتَوَضَّئُونَ فِى زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم جَمِيعًا
“Dulu di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam laki-laki dan perempuan, mereka semua pernah menggunakan bekas wudhu mereka satu sama lain.” (HR. Bukhari)
Demikian diantara dalil yang disampaikan penulis -semoga Allah menjagnya-, simak lebih lanjut dalil-dalil yang disampaikan penulis dalam eBook berikut…
Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Siksa Neraka

Nama eBook: Siksa Neraka
Penulis: Muhammad Ahmad al-’Amari
الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد
Salah satu pokok aqidah Islam adalah percaya akan adanya Surga dan Neraka dan keduanya telah ada sekarang. Adapun surga adalah tempat yang disediakan bagi orang-orang yang beriman yang tidak menyekutukan Rabb-nya didalamnya terdapat kenikmatan yang tak dapat dikhayalkan dan digambarkan, Adapun penghuni neraka, maka cukup satu sifat yang menggambarkan betapa ngerinya neraka, yang merupakan seburuk-buruk tempat untuk menetap dan tinggal, firman Allah Azza wa Jalla:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَاماً. إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرّاً وَمُقَاماً
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, jauhkan adzab Jahanam dari kami, Sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman”.  (QS. al-Furqaan/25: 65-66)
Dalam eBook ini penulis memaparkan beberapa jenis siksa neraka yang mengerikan -kita berlindung kepada Allah darinya- yang adzabnya tiada terkira perihnya dan didalamnya tidak mati dan tidak pula hidup…
Download:Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Agar Tidak Serumah Dengan Setan

Nama eBook: Khutbah Jum’at: Agar Tidak Serumah Dengan Syaitan
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc, MA حفظه الله
الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:
ِSemua orang ingin memiliki rumah yang tenteram dan nyaman. Sayangnya, dalam usaha mewujudkan keinginan ini, kebanyakan orang baru sekedar melakukan hal-hal yang bersifat duniawi. Yakni dengan mendirikan bangunan yang megah dan melengkapinya dengan berbagai fasilitas penunjang. Selama tidak berlebihan, sebenarnya itu boleh saja. Namun yang memprihatinkan, mereka lupa bahwa inti kenyamanan dan ketentraman rumah sebenarnya justru bersumber dari ketenangan hati penghuninya. Yang itu akan dicapai manakala merekarajin beribadah dan memanfaatkan tempat tinggalnya untuk hal-hal yang diridhai Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Apa saja yang perlu kita lakukan di rumah kita, supaya tempat tinggal kita nyaman dan damai? Juga agar rumah kita tidak menjadi tempat favorit para syaitan? Di antara yang perlu kita perhatikan adalah:
Pertama: Mengucapkan salam sebelum masuk rumah
Kedua: Mengucapkan basmalah saat masuk rumah
Ketiga: Mengucapkan basmalah saat masuk rumah
Keempat: Memakmurkan rumah dengan ibadah dan membaca al-Qur’an
Simak lebih lanjut khutbah ini, temukan dalil dan penjelasan yang disampaikan penulis dan semoga rumah-rumah kita menjadi taman tempat tinggal yang indah, amin…
Download:
Download PDF atau Download DJVU

Murottal Al-Qur’an: Syaikh Shalah al-Budair

Al Quran Deskripsi
Judul: 
Murottal Al-Qur’an: Syaikh Shalah al-Budair
Riwayat: Hafsh ‘an Ashim : حفص عن عاصم
Qori : 
صلاح البدير
Sumber: mp3quran.net
No dan Nama Surat
Download
No dan Nama Surat
Download
001 – Al-Fâtihah
058 – Al-Mujâdilah
002 – Al-Baqarah
059 – Al-Hashr
003 – Âli `Imrân
060 – Al-Mumtahanah
004 – An-Nisâ
061 – As-Saff
005 – Al-Mâidah
062 – Al-Jumuah
006 – Al-Anâm
063 – Al-Munâfiqûn
007 – Al-Arâf
064 – At-Taghâbun
008 – Al-Anfâl
065 – At-Talâq
009 – At-Tawbah
066 – At-Tahrîm
010 – Yûnus
067 – Al-Mulk
011 – Hûd
068 – Al-Qalam
012 – Yûsuf
069 – Al-Hâqqah
013 – Ar-Rad
070 – Al-Maârij
014 – Ibrâhîm
071 – Nûh
015 – Al-Hijr
072 – Al-Jinn
016 – An-Nahl
073 – Al-Muzzammil
017 – Al-Isrâ
074 – Al-Muddaththir
018 – Al-Kahf
075 – Al-Qiyâmah
019 – Maryam
076 – Al-Insân
020 – Tâ-Hâ
077 – Al-Mursalât
021 – Al-Anbiyâ
078 – An-Naba
022 – Al-Hajj
079 – An-Nâzi`ât
023 – Al-Muminûn
080 – Abasa
024 – An-Nûr
081 – At-Takwîr
025 – Al-Furqân
082 – Al-Infitâr
026 – Ash-Shuarâ
083 – Al-Mutaffifîn
027 – An-Naml
084 – Al-Inshiqâq
028 – Al-Qasas
085 – Al-Burûj
029 – Al-Ankabût
086 – At-Târiq
030 – Ar-Rûm
087 – Al-Alâ
031 – Luqmân
088 – Al-Ghâshiyah
032 – As-Sajdah
089 – Al-Fajr
033 – Al-Ahzâb
090 – Al-Balad
034 – Sabâ
091 – Ash-Shams
035 – Fâtir
092 – Al-Layl
036 – Yâ-Sîn
093 – Ad-Duhâ
037 – As-Sâfât
094 – Ash-Sharh
038 – Sâd
095 – At-Tîn
039 – Az-Zumar
096 – Al-Alaq
040 – Ghâfir
097 – Al-Qadr
041 – Fussilat
098 – Al-Bayyinah
042 – Ash-Shûrâ
099 – Az-Zalzalah
043 – Az-Zukhruf
100 – Al-`Âdiyât
044 – Ad-Dukhân
101 – Al-Qâriah
045 – Al-Jâthiyah
102 – At-Takâthur
046 – Al-Ahqâf
103 – Al-Asr
047 – Muhammad
104 – Al-Humazah
048 – Al-Fath
105 – Al-Fîl
049 – Al-Hujurât
106 – Quraysh
050 – Qâf
107 – Al-Mâûn
051 – Ad-Dhâriyât
108 – Al-Kawthar
052 – At-Tûr
109 – Al-Kâfirûn
053 – An-Najm
110 – An-Nasr
054 – Al-Qamar
111 – Al-Masad
055 – Ar-Rahmân
112 – Al-Ikhlâs
056 – Al-Wâqiah
113 – Al-Falaq
057 – Al-Hadîd
114 – An-Nâs
Lihat Bacaan Qur’an lainnya di kategori Murottal

Nama Allah: Al-Qaabidh dan Al-Baasith

Nama eBook: Nama Allah: Al-Qaabidh dan Al-Baasith
Penulis: Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin حفظه الله
الحمد الله وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، أما بعد
Di antara nama Allah Azza wa Jalla yang jarang disebut dan diingat orang adalah al-Qâbidh dan al-Bâsith.
Dalil yang membuktikan al-Qâbidh dan al-Bâsith sebagai nama Allah ialah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. Ia berkata:
غَلاَ السِّعْرُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَالُوْا : يَا رَسُوْلَ الله! سَعِّرْ لَنَا! فَقَالَ : إِنَّ اللهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ، اَلْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ (عند الترمذي: الرَّزَّاقُ) وَإِنِّى لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللهَ (عند الترمذي وابن ماجه : أن أَلْقَى رَبِّي) وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِي بِمَظْلَمَةٍ فِى دَمٍ وَلاَ مَالٍ (عند الترمذي: يَطْلُبُنِي)
Harga barang-barang pernah menjadi mahal pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karenanya para sahabat berkata: Ya Rasulallah, tetapkanlah harga untuk kami. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah-lah yang membuat ketetapan harga, Dia adalah al-Qâbidh (Maha menahan/menyempitkan rizki), al-Bâsith (Maha membentangkan/meluaskan rizki), ar-Râziq (Maha menganugerahkan rizki) –Dalam riwayat Tirmidzi, dengan lafal: ar-Razzâq-. Dan sesungguhnya aku berharap menjumpai Allah dalam keadaan tiada seorangpun yang menuntut kepadaku (di hadapan Allah) karena suatu kezaliman yang aku lakukan, baik berkaitan dengan darah maupun harta. (HSR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Ma’na Al-Qâbidh dan al-Bâsith ialah: Allah Maha Menyempitkan dan Maha meluaskan rizki serta lainnya bagi siapa yang dikehendaki, menurut cara yang dikehendaki dan kapanpun Dia kehendaki.
Karena al-Qâbidh dan al-Bâsith merupakan nama Allah Azza wa Jalla, maka sepantasnya setiap muslim mengenalnya dan memahami serta menghayati ma’nanya. Yaitu bahwa setiap rizki dan setiap kemudahan dalam hal apa saja, hanya datang dari Allah Azza wa Jalla. Begitu pula ketika seseorang mengalami kesulitan, krisis rizki dan tidak mendapatkan seperti yang diharapkannya, atau tidak mendapatkan kemudahan, semua itu tidak lain hanya Allah-lah yang menetapkannya.
Download:
Download CHM atau Download ZIP atau Download Word atau Download PDF

Defenisi dan Cakupan Ibadah

Nama eBook: Makna dan Cakupan Ibadah
Penulis: Ustadz Abu Ismail Muslim al-Atsari حفظه الله
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيَّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أما بعد:
Allah عزّوجلّ telah memberitakan kepada kita bahwa Dia menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah عزّوجلّ berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat/51:56)
Allah memberikan ujian dengan perintah ibadah, melaksanakan perintah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah  عزّوجلّ  berfirman:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا
“(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk/67: 2)
Secara Istilah “Ibadah adalah satu istilah yang menghimpun seluruh apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah, baik berupa perkataan dan perbuatan, yang lahir dan yang batin.”
Ibadah dalam agama Islam mencakup ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah:
Ibadah mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya memang merupakan ibadah, berdasarkan nash atau lainnya yang menunjukkan perkataan dan perbuatan tersebut haram dipersembahkan kepada selain Allah  عزّوجلّ.
Ibadah ghairu mahdhah adalah perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang asalnya bukan ibadah, akan tetapi berubah menjadi ibadah dengan niat yang baik.
Demikian sekilas penjelasan tentang ibadah, dalam eBook dijelaskan lebih luas akan makna ibadah dan pembagian ibadah, sebab pentingnya kita mengetahui makna ibadah dan cakupannya, mari kita ilmu dan amalkan isi eBook ini sehingga kita bisa mengisi hidup kita dengan ibadah untuk bisa meraih ridha Allah…
Download:Download CHMatau Download ZIPatau Download PDF atau Download Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar